Kalender
September 2020
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27 282930   
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

TELAGA CINTA (bagian 2)

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 01-May-2020 | Dibaca : 202 Kali

  

FLipMAS di kebun lengkeng pingpong Yogya usai deklarasi

Peternakan

Umumnya KEM Timor dan Bali memilih berternak ayam potong atau petelur, kambing, sapi dan/atau babi, tergantung dari keyakinan warga KEM. Prioritas pertama tentu jatuh pada ternak yang mudah dipelihara dan cepat terjual. 8 KEM Timor dan 1 di Bali memilih ayam. Kalau di Timor ayam ras maka di Bali ayam kampung dan ayam aduan, di satu tahun terakhir, ayam kalkun. Ternak ayam tantangannya pada tetelo atau grubug bahasa Balinya. Bulan November 2018, semua ayam di KEM Kolok mati ter­masuk ayam aduannya. Yang kebal hanya ayam kalkunnya. Juga di KEM Nusa, Tapen­pah, Banae ternak ayamnya terhenti. Tersapu peternak modal besar. Amannya ya menjadi plasma mereka. Ironis betul, soal ayam saja bangsa ini harus diajari dan di­urus bangsa lain. Padalah makanan pokok sehari-harinya adalah nasi dan ayam. Soal kedua makanan ini saja juga tidak mandiri. Nenek moyang kita di alam sana bisa bertanya –jamanku tidak ada yang namanya dosen, semua urusan selesai dengan baik dan sehat – sekarang bukan cuma dosen tetapi banyak guru besar dan doktor, kok loyo? Hahaha. Begitu juga soal babi dan sapi yang terjerat pakan impor. Terbebas dari itu semua, babi KEM tampaknya tidak menimbulkan persoalan serius di KEM Timor dan Bali. Tidak ada masalah kandang, tidak ada masalah perkembangbiakannya, tidak ada persoalan kotoran juga pakannya. Tergantung jenis babinya, ada yang manja harus diberi pakan konsentrat ada yang sisa makanan orang ada juga konsentrat plus.

Kandang sapi di Rinbesihat

Kandang sapi di Sumlili

Kandang sapi di Tapenpah

Lain halnya dengan ternak sapi. Di dalam TOR KEM ternak sapi wajib dikandangkan supaya semua kotoran cair dan padatan bisa dikoleksi untuk dimanfaatkan. Yang padat untuk biogas dan pupuk sedang yang cair juga untuk pupuk organik. Ter­gantung pada posisi rumah warga terhadap KEM, level keamanan KEM, kepraktisan dalam pemeliharaan menyebabkan sapi di KEM Tapenpah, Rinbesihat, Sumlili tidak dikandangkan. Jadi, kandang yang kokoh perkasa menjadi tidak terpakai. Di KEM Tapenpah, sapi dibawa pulang ke rumah warga karena persoalan keamanan. Posisi KEM yang terpencil dan tanpa penjaga memang rawan pencurian. Sapi2 nya ada 12 ekor, semua gemuk sehat sebab setiap pagi sampai sore semuanya ditambatkan di KEM yang kaya rerumputan. Menjelang malam semua sapi dibawa pulang dan di­kandangkan di rumah warga. Di KEM Rinbesihat, sapinya sudah berbiak dari 10 menjadi 18 ekor. Setiap sapi dipelihara 2 orang warga KEM. Ada yang membawa sapi­nya pulang dan makan tidurnya di kandang milik warga, tetapi ada juga yang meng­andangkannya di KEM sambil ditunggui malam harinya. Di Sumlili warganya tergolong kriminal karena sapi yang dikandangkan di rumah warga kemudian diam2 dijual dan hasil penjualannya tidak disetorkan ke kas kelompok. Kandang menjadi kosong dan disarankan untuk memanfaatkannya sebagai kandang babi dengan terlebih dulu dimodifikasi secara sederhana. Di Sumlili justru babinya yang berkembang sehingga disarankan menggunakan kandang sapi hasil modifikasi itu menjadi kandang babi. Yang berhasil mengandangkan ternak sapinya adalah KEM Banae, Nunmafo, Nifuboke dan KEM Kolok karena semua kandangnya terawasi atau aksesnya terlindung.

 

Sapi KEM Tapenpah

Sapi KEM Nifuboke

 

15 ekor kambing di KEM Nifuboke

Ternak sapi di KEM Kolok

Bicara soal sapi, opini Pertamina agak miring sebab memang faktanya di banyak tempat, bantuan sapi dan kandang mereka kepada masyarakat, selalu amblas. Alasan­nya, sapinya mati. Naah, sekali waktu staf CSR sumbagsel secara diam2 mengunjungi KEM Pudak. Komentarnya sinis karena kebetulan bertemu pemilik lahan yang ber­gabung dengan KEM. Kalau soal sapi, KEM Pudak paling unggul. Pertama karena di­kandangkan dan bioreaktornya berfungsi baik, lalu ampasnya dijadikan pupuk se­tempat dan sapinya yang sehat selalu habis terjual jauh sebelum Iedul Adha. Untuk memperoleh bibit sapi potong unggul, b Sri Arnita harus bergabung dengan mafia perdagangan sapi yang dikenal saat beliau S3 di IPB. Staf CSR ini mengkonfirma­si soal kepemilikan sapi yang sedang dikandangkan. Pemiliknya membantah kalau sapi2 ini milik Pertamina, tetapi miliknya hahaha. Bisa dibayangkan pikiran dan perasaan yang bersangkutan? Merasa ditipu FLipMAS. Sejatinya, kandang sapi KEM Pudak hanya terisi mulai bulan Maret setiap tahunnya untuk digemukkan bukan dibiakkan dan praktis kosong setelah Iedul Adha. Saat kandang kosong seperti ini, sapi pemilik dan peng­garap lahan KEM memanfaatkannya. Lalu? Hehehe. Ini konsekuensi kalau hidup dipenuhi kecurigaan padahal Al Qur’an sudah mengingatkan untuk tidak berburuk sangka.

 

Kambing agak langka dijumpai di KEM, meskipun demikian ada KEM Nusa dan Nifuboke yang berternak kambing. Kedua KEM ini rupanya belum tersentuh kepakaran kedokteran hewan. Di Nusa, ternak kambingnya banyak yang mati akibat perut kembung dan kedinginan karena posisi kandangnya di daratan bagian atas. Sedangkan di Nifuboke, kejadiannya sama saja, ternak kambing ada yang mati karena perut kembung kemudian juga terserang penyakit scabies dan mata. Kejadian ini menunjuk­kan pentingnya kehadiran kebhinnekaan intelektual. Bisa jadi perut kembung itu bukan disebabkan dingin ataupun angin, tetapi jika dibiarkan merumput di pagi hari dimana rumput masih penuh embun, juga bisa menyebabkan perut kambing kembung berkembang. Waaa.

 

TIM TUR KEM berpose bersama anak sapi KEM Rinbesihat

Babi di KEM Sumlili

 

Manajemen Kawasan

Kecuali KEM Nunmafo, ke-7 KEM Timor lainnya belum berhasil menerapkan manaje­men kawasan dengan baik. Pembukuan atau mungkin catatan sederhanapun tampak­nya sudah tidak  dilakukan. Semua aktivitas dilakukan mengalir tanpa harus pusing2 memikirkan catatan keuangan. Yang penting adalah setiap petak lahan luasan tertentu dikelola kelompok tertentu mulai dari pembibitan, penanaman dan panen bahkan sampai urusan pemasaran. Dengan demikian, ketua-ketua KEM tidak akan mampu mengendalikan keuangan kawasannya. Secara otomatis juga tidak pernah tahu nominal omzet kawasan yang dipimpinnya. Ini persoalan serius yang harus selekasnya ditangani sebab warga sudah tersentuh manusia kampus yang mestinya bertindak sistematis dan terukur. Tidak bisa ditawar lagi bahwa kelompok harus punya pem­bukuan dan aturan bagi hasil yang disepakati bersama. Kepentingan lain dari adanya catatan itu bagi warga dan FLipMAS adalah untuk bisa memvariasikan luas lahan dan menetapkan jenis komoditas tanaman yang harus ditanam sesuai dengan tradisi permintaan pasar. Jadi membuat kawasan menjadi lebih penuh dinamika. Melalui pembukuan ini pula, sifat tamak oknum warga atau siapapun dapat ditekan atau minimal terkendali.

Dalam hal catat mencatat ini FLipMAS pun harus mawas diri sebab tidak banyak dosen yang melakukannya apalagi jika menyangkut masalah keuangan. Bukan cuma meng­hindari tingginya nilai nominal pajak kurang bayar dalam SPT pribadi tetapi juga teman intimnya di rumah. Sampai2 tahun 1990an ada istilah -ini uang bapak2- hehehe

 

Bersama pak Arnold yang sudah berusia 103 tahun, pemilik lahan KEM Nifuboke. Komentarnya – saya ini berulangkali dipotret tapi tidak pernah lihat hasilnya -hahaha

 

Rutinitas semacam itu dikhawatirkan membuat warga suatu ketika bosan karena tidak ada tantangan pasar masuk ke dalam kawasan. Pengetahuan akan manajemen kawasan selain dapat diperoleh melalui FLipMAS yang berpengalaman juga dapat dengan cara mengikuti penyuluhan2 sejenis yang dilakukan pihak eksternal. Persoalannya adalah bagaimana cara warga me­­mahami adanya penyuluhan semacam itu dan di mana?

Tantangan Awal Kawasan

Pada tahun 2013-2014 lalu ada pemikiran untuk menjadikan 8 KEM Timor menjadi satu rangkaian destinasi eduwisata agro. Oleh karena itu, setiap KEM harus memiliki komoditas yang khas sekaligus dapat menjadi acuan bagi siapapun tamu yang ber­kunjung. Saat ini setiap KEM tampaknya sudah mampu menghidupi dirinya sendiri dan siap untuk dikunjungi masyarakat, maka teman2 Hetfen diharapkan mulai memper­timbang­kan KEMnya untuk menjadi arena belajar baik dari komoditas tanaman, ternak dan fasilitas yang dibangun seperti estetika dan kebersihan kawasan, kandang ternak, sistem irigasi termasuk manajemen kawasannya.

Memang akan terbentur pada kualitas manusia di KEM dan karya FLipMAS sendiri. Akan tetapi tantangan awal juga tidak boleh dilupakan. Jadi bisa dipertimbangkan berapa KEM yang sudah siap melayani rasa ingin tahu wisatawan untuk kemudian dipromosikan ke masyarakat luas. Yang belum siap, ditingkatkan kesiapannya. Sebab itu, level siap inipun harus mampu ditetapkan Hetfen. Jangan pernah lupa, kunjungan pihak eksternal ke KEM pasti akan meningkatkan tantangan intelektual kita semua dan itu akan memicu potensi yang belum terlihat. Ini dinamika proses pembelajaran di lapangan!

TIM TUR KEM BALITIMOR bersama warga KEM yang masih setia menunggu

Minggu, 24 Februari 2019

Hal penting lain yang wajib dipelajari dan dipahami FLipMAS adalah arsitektur dan estetika kawasan. Menata berbagai jenis tanaman di suatu kawasan yang menunjukkan tinggi, kerindangan, luasan petak lahan, keindahan juga usia hidupnya yang berbeda tentu menuntut nilai estetika dan pemahaman tentang tanaman itu sendiri. Nyaris semua KEM belum menyadari hal ini sehingga selain KEM Banae yang memang berupa kawasan terbuka dengan telaganya, kesan asri, tertib dan terbuka, tidak tampak. KEM Tapenpah yang punya peluang setara dengan Banae tetapi kontur lahan dan viewnya sangat berbeda, belum menyadarinya. Bahkan KEM Nunmafo yang sudah demikian maju dan terbuka namun lahannya belum asri dan tertib.

Jadi, membangun suatu kawasan berkehidupan ibarat sungai yang mengairi telaga tanpa henti. Berbuat dengan penuh kecintaan, apapun nasib yang diterima air nantinya. Artinya, bagaimanapun watak dan karakter warganya, kita coba untuk memahami itu sebagai persoalan yang menjengkel­kan dan menjadi alasan untuk pergi meninggalkan kawasan atau sebagai godaan yang bisa dicintai. Dan FLipMAS sudah mengisi telaga itu namun belum kontinyu juga tanpa cinta hehehe

Cidamar Permai Kav. 3, 8 Maret 2019

Jalan Gunung Batu Dalam, Cimindi Cimahi 40514

SNS