Kalender
November 2020
MSSR KJS
1234567
891011121314
15161718192021
2223 2425262728
2930     
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

KAWASAN BERKEHIDUPAN, K-Bk 2020

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 21-Apr-2020 | Dibaca : 305 Kali

Sudah setahun situs www.flipmas.org ini mati suri. Bukan hanya karena sepanjang tahun 2019 menebar solusi menemukan dan menyelesaikan tantangan inte­lektual bagi mahasiswa dan dosen melalui Program Krativitas Mahasiswa nyaris di seluruh propinsi NKRI, tetapi situs ini sudah mencapai batas maksimal gemuk­nya sehingga tidak lagi bisa ditumpangi. Flipmas Indo­nesia menambah kapasitas situsnya menjadi dua kali lipat sehingga nuansa lama masih bisa dinikmati. Per­kembangan pemikiran dan realisasi KEM yang baru bisa disebarluaskan.

Beberapa Flipmas Wilayah masih menjaga harmoni bekerjasama dengan pihak CSR Pertamina juga anak perusahaannya. Ibu Herlina Muria bersama FW Raflesia Besamo tahun 2018&2019 membangun 2 KEM baru di wilayah Bengkulu Selatan pasca longsor bersama Petroleum Gas Energy, PGE dan juga mendidik UKM CSR Pertamina di kota Bengkulu. Ibu Sri Arnita bersama FW Kajanglako mendidik 9 UKM di kota Jambi didukung dana CSR Pertamina Sumbagsel dan bersama dosen muda serta mahasiswanya terus mengembangkan eksistensi KEM Pudak Jambi. Pak Padil bersama FW Batobo didukung dana CSR Pertamina Sumbagut terus membangun KEM sejak 2018 dan 2019 di beberapa lokasi kota Pangkal Pinang dan juga Pekan baru dan terakhir di Kualunenas. Flipmas Indonesia bersama Prodikmas Ngayah terus melanjutkan pengembangan KEM Kolok Kajanan sejak tahun 2018 dan KEM baru di wilayah pantai Kelan Tuban Bali. Kalau tahun 2018 yl KEM Gumantar diuji eksistensinya melalui gempa hebat yang mengguncang Lombok Utara. Pak Syauqi dan teman2 FW Sasambo sukses keluar dari kehancuran fisik dan kini KEM Gumantar sudah kembali sehat dan para aktivisnya direkrut Pemda menjadi ASN sebagai tenaga penyuluh pertanian. Kali ini Covid-19 dengan gaya yang berbeda menggoda daya tahan FLipmas dalam berkarya bagi kemanusiaan. Mudah2an Allah SWT memberi prodikmas Flipmas Indonesia kekuatan dan jalan keluar yang tepat. Amin.

Berada kontinyu dalam inti pusaran persoalan masyarakat memberi peluang siapapun untuk menemukan dan mengekstraksi faktor penentu keberhasilan tindakan pendidikan bagi suatu komunitas. Sekaligus mem­buka peluang untuk memperbaiki banyak teori atau rumusan sosial yang sudah dikenal. Flipmas Indonesia sudah memperkenalkan penyempurnaan Social Mapping menjadi Teritorial Mapping terinspirasi stagnasi kegiatan kemanusiaan di KEM Kelan. Kini setelah satu tahun bergaul intens bersama warga Desa Pakusorok di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Flipmas Indonesia menemukan strategi pengembangan yang merupakan penyempurnaan konsep K-Bk. Konsep yang kemudian diperkenalkan sebagai K-Bk 2020 menjadi konsep terbaru sebagai hasil penyempurnaan KEM dan K-Bk. Pola CSR Pertamina yang ternyata terus berlanjut mendominasi kebijakan CSR-SME nya, sampai sekarang jelas menyulitkan dinamika dan mobilitas baik pemikir­an maupun kontinuitas kegiatan kemanusiaan di kawasan. Yang pasti adalah ketiadaan tantangan intelektual untuk para dosen. CSR dengan konsep niskala yang hasilnya sukar diukur, jelas berbeda dengan PKBL yang bersifat skala, hasilnya terukur. Terus menggayuti siapapun untuk merealisasi­kan solusi persoalan kemanusiaan di NKRI ini, jelas merupakan pekerjaan sia-sia. Menjadi signifikan dampaknya jika si penguasa memang memiliki pribadi dan visi kemanusiaan. Dengan dana pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi, PPM-PT yang tidak terpasung pada istilah RING 1, terbuka luas peluang dosen untuk mendidik masyarakat dengan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan dana CSR yang melimpah.

Tahun 2020, ITB mengalokasikan dana riset dan pengabdian masyarakat tahunan mandirinya dalam nominal cukup besar. Dana pengabdian masyarakatnya, untuk kelas penyuluhan (niskala) tersedia lima puluh juta rupiah. Jika sampai pada level rancang-bangun (skala) besarannya seratus juta rupiah. Masih kalah banyak dengan riset target Q1, seratus lima puluh juta rupiah. Seperti sudah diduga, dana pengabdian masyarakat tidak menjadi rupiah yang kompetitif bagi dosen PT. Berbekal nominal itulah, sekitar 15% dana PKBL, konsep K-Bk yang disempurnakan, direalisasikan. Namun godaan di awal tindakan sudah muncul menghadang, pandemi covid-19 yang belum kenal batas waktu dan PSBB Bandung Raya sejak 22 April 2020 menimbulkan pertanyaan, seberapa fatalkah pandemi ini bagi realisasi niat kemanusiaan? Insyaallah niat yang disertai konsep kemanusiaan baru ini diridoi dan dilimpahi hidayah Allah SWT. Amin. Apalagi di suasana pandemi covid-19 seperti ini, dimana hampir semua kegiatan kehidupan manusia didominasi taktik kemanusiaan mempertahankan eksistensinya sesuai fitrahnya. Mengingatkan manusia untuk tidak terus bergelimang keserakahan melakukan perusakan alam.

Ada yang memberitahu, kalau berniat membangun usaha, usahakan di dekat sumber dayanya. Alam dan manusia­nya. Kalau K-Bk yang dikenal sebelumnya melibatkan unsur manunggalnya Prodikmas dengan warga KEM sehingga bisa mendengar dan meresapkannya sendiri nyanyian jiwa warga di kala kegiatan sedang mewarnai kawasan. Maka dalam strategi K-Bk 2020, nyanyian jiwa itu sudah dimulai sejak program belum dikumandangkan. Menyerap aspirasi, menyimak potensi dan meresapkan perilaku warga serta membangun kepercayaan akan ketulusan kedua pihak dalam mengkonstruksikan asa kawasan, menjadi titik kunci mengawali perjalanan panjang. Tanpa janji membangun candi, tanpa perlu meyakinkan kredi­bi­litas donatur, keaslian pribudi yang tersembunyipun tidak mampu dikamuflase lagi. Jadi, K-Bk 2020 diawali dengan mendengar, meresapkan, memahami nyanyian jiwa kawasan lalu bersenandung bersama warga sampai akhir hayat. Dengan cara semacam itu, yang diperoleh tidak hanya sekedar social mapping (surfaces) tetapi  teritorial mapping (deep life). Siapapun tahu, petani atau pekebun tidak punya hak kelola atas tanah garapannya. K-Bk 2020 sebagaimana KEM harus punya lahan sumber. Tidak seperti halnya KEM yang berprinsip Zero Waste, K-Bk 2020 menuntut lebih. Semua komoditas kawasan menjadi komoditas usaha pasca panen warganya. Di kawasan sumber daya alam, cukup disediakan markas besar tempat bertukar pikiran sementara tempat usaha di rumah2 warga terpilih. Dengan begitu harga panen kawasan bisa dijaga tetap, tidak mengenal fluktuasi. Disini juga berperan transfer ilmu dan teknologi untuk membuka pemahaman nalar warga yang sudah mencapai titik jenuh empiriknya. Sementara KEM semua komoditas kawasan langsung digelontorkan ke pasar2 tanpa added value.

Seberapa tangguhkah, seberapa besar kemanfaatan strategi K-Bk 2020 bagi kehidupan sebuah desa dengan ketinggian 1.300 m ini? Allahu Akbar!

 

Rumah desa atau di Jawa Barat disebut SAUNG sebagai markas besar pemerhati dan pelaku K-Bk 2020

 

Cimindi-Cimahi

21 April 2020

SNS