Kalender
Oktober 2018
MSSR KJS
 123456
78910111213
1415 1617181920
21222324252627
28293031   
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

HASRAT KAWASAN

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 02-Jan-2018 | Dibaca : 190 Kali

Dunia politik sering mengingatkan para aktornya untuk selalu sadar bahwa mereka adalah wakil rakyat. Sebab itu, wajib hukumnya untuk mendengarkan kehendak yang disuarakan rakyat. Sebab diyakini suara rakyat adalah suara Tuhan YME. Jika demikian halnya, sudah terdengarkah suara rakyat itu?

Menelusuri dan mencoba merekam jejak-jejak dosen di masyarakat bak mencari jejak kaki Indian Apache di padang belantara. Kadang ditemukan jejak2 samar tak tentu arah, atau mendadak menguap ke angkasa tak terlacak. Yang paling kerap adalah jejak tak berdimensi tak terukur. Artinya, penelusuran itu pada akhirnya hanya bersua bayang-bayang. Banyak dosen yang merelakan kebebasan akademiknya terpasung dengan kotak-kotak administratif yang bersifat kuantitatif. Semua gerak geriknya mengacu kepada papan skor. Jika dicermati aksinya tidak akan mengundang skor apalagi koin, maka dosen cenderung bermenung diri menanti dan baru beraksi saat panen skor tiba. Promosi karir di PT yang berbasis scoring dan bukan merit system berkontribusi besar pada tumbuh suburnya ego dosen. Yang mengkhawatirkan adalah bahwa manusia-manusia egois cenderung berpikir dan berperilaku kuantitatif yang akan menjelma ke dalam karya2nya. Sebab itu, kebhinekaan kepakaran, tidak perlu sampai beda program studi atau fakultas atau bahkan PT, sukar dimanunggal ikakan. Sebab itu pulalah para dosen enggan dan sulit berbaur berbagi kekayaan intelektual dan materinya dengan masyarakat.

Darma ketiga PT, pengabdian kepada masyarakat, PPM mungkin sudah saatnya disoroti secara seksama, serius dan proporsional seperti halnya darma kesatu dan kedua yang digandrungi sivitas akademika. Sebab, semua pihak paham jika darma ketiga ini belum memperoleh apresiasi pihak pemangku kepentingan sebagaimana mestinya. Mengapa? Coba simak korelasi antara SKS mengajar dengan gaji dosen, lalu kontribusi riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk hal yang sama. Gaji ekivalen dengan SKS mengajar, sebab itu dosen masih menuntut fee dari kegiatan non mengajar. Di luar mengajar dosen berpeluang memperoleh fee tambahan yang lebih besar dari SHU riset dibandingkan PPM, maka tidak mengherankan riset menjadi pekerjaan kedua yang diminati. Mari direnungkan sejenak, jika saja aktivitas darma kesatu dan kedua benar memandu dosen menjadi manusia-manusia egois kemudian kotak administratif yang memasungnya didukung penuh peraturan pemerintah yang mengapresiasinya, maka tidak mengherankan jika banyak dosen cenderung berperilaku sebagai manusia egois kuantitatif.

Ironisnya, darma ketiga yang mampu membantu mereduksi sifat egois kuantitatif menjadi humanis kualitatif justru tersudutkan. Egois kuantitatif cenderung mengutamakan produk berdimensi dan terukur, jelmaan hasrat dirinya, sementara humanis kualitatif mentransformasikan hasrat kawasan atau suara rakyat. Hasrat diri umumnya bersifat responsif jasa dan kebendaan, oleh karena itu PPM dosen semacam ini akan terpasung pada komoditas. Hasrat kawasan, inilah sejatinya esensi layanan iptek bagi masyarakat yang meliputi sifat inisiatif, persuasif dan responsif dosen guna membentuk Kawasan Berkehidupan. Jadi mencakup seluruh unsur kawasan, yaitu manusia, alam dan peradaban. Dengan demikian, aktivitas PPM dosen tidak serta merta dinilai dengan bobot yang sama. Jelmaan hasrat diri semestinya jauh lebih rendah skornya daripada dosen yang telah mampu menjelmakan hasrat kawasan. Sebab menjelmakan hasrat diri tidak memerlukan uluran tangan kepakaran lain dan berlangsung singkat. Akan tetapi, untuk menjelmakan hasrat kawasan dituntut adanya kemanunggalan kebhinekaan kepakaran, kemanusiaan dan berjangka waktu panjang.

Dana desa yang menjadi tulang punggung upaya pemerintah membangun desa2 di seluruh penjuru tanah air, tampaknya masih didominasi manusia2 yang menjelmakan hasrat diri dan masih jauh dari kemampuan mentransformasikan hasrat kawasan.

Cimahi, 30 Desember 2017
Komplek Cidamar Permai Kav. 3
SNS