Kalender
Desember 2017
MSSR KJS
     12
3456789
101112131415 16
17181920212223
24252627282930
31      
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

MOKSA

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 29-Nov-2017 | Dibaca : 23 Kali

Selama manusia masih mempunyai kebutuhan akan kelengkapan keseharian kehidupannya, selama itu pula si pemasok eksis. Nama kerennya VENDOR atau SUPPLIER, PENYUPLAI. Posisi dan fungsinya dinilai cukup strategis baik dalam suasana genting maupun damai. Ada dua jenis pemasok utama yang dikenal, yaitu pemasok barang/sistem dan pemasok jasa. Rasanya tidak satupun di antara kita yang bisa menyingkir dari kedua pemasok ini.

Tidak hanya komunitas produktif di luar kampus yang memerlukan pemasok, akan tetapi juga kampus-kampus. Pengadaan peralatan akademik, ATK, perjalanan dinas bahkan keperluan makan siang penghuni kampus tidak terbebas dari peran pemasok. Sebagaimana profesi perniagaan lainnya, kualitas pemasok sangat mempengaruhi kepuasan lahir batin konsumennya. Ada pemasok yang kinerjanya memuaskan, tetapi tidak kurang banyaknya yang menjengkelkan. Sebagai contoh saja, coba simak kinerja pemasok instrumen ataupun peralatan laboratorium ke perguruan tinggi, baik melalui layanan importir atau lokal. Berapa banyak laboratorium akhirnya memosisikan instrumen atau peralatan labnya yang mahal sebagai barang dekoratif? Ada dua hal yang mungkin jadi penyebabnya. Kesatu, dosen memesan alat canggih yang di luar kemampuannya untuk mengoperasikan. Dosen seperti ini biasanya berpikir lebih baik punya, mumpung ada dananya, meskipun tahu tidak ada yang mampu memfungsikannya. Dalam hal ini, pemasok tidak berkepentingan untuk membantu memfungsikannya. Kedua, bukan karena dosen yang tidak bertanggungjawab-sudah memesan tetapi tidak siap mengoperasikannya-tetapi lebih banyak karena suku cadang atau bahkan pelatihan pengoperasian alat yang tidak lengkap. Pemasok tidak cermat mencek apakah spesifikasi yang ditenderkan sudah siap memfungsikan alat pesanan dosen atau tidak. Saat barang datang di laboratorium atau ruang kuliah, baru ketahuan ada suku cadang yang tidak tercantum dalam daftar. Atau kalau pemasok salah mengirim suku cadangnya, dosen pemesan barang ditelantarkan sepanjang hayatnya. Jika pemasok diminta pertanggungjawabannya, moksa hehehe. Memprihatinkan? Tidak, karena pemasok ini akan menyublim di lokasi dan di kala lain.

Pembangunan kawasan berkehidupan seharusnya dilakukan setelah melalui fase perencanaan yang matang. Dimulai dari social mapping sampai ke master plan yang memuat program dan kegiatan, juga roadmap plus teknik evaluasi dalam menentukan indikator kinerja berupa Key Performance Indicators (KPI) dan Human Development Index (HDI). Master plan semacam ini biasanya disusun organisasi sosial kemasyarakatan atau organisasi sosial profesional atau mungkin juga institusi di perguruan tinggi berdasar permintaan Pemda atau pengelola dana CSR SME. Di dalam ketiga jenis organisasi tersebut umumnya akan ditemukan keterlibatan dosen PT. Sebab pembangunan kawasan berkehidupan menuntut kebhinekaan kapakaran yang manunggal. Oleh karena itu, jika tidak ada mosi yang memberatkan, maka organisasi ini akan akting sebagai perencana, pelaksana, evaluator sekaligus pengawasan keberlanjutan. Jauh lebih luas dari kewajiban pemasok yang hanya sebatas pelaksana. Apa yang terjadi? Akan ditemukan distorsi antara perancangan dan pelaksanaan sebab dinamika hasrat kawasan tidak sepenuhnya teridentifikasi dan terekam saat sosial mapping. Putusnya benang2 persaudaraan akibat dentingan kepeng. Sinergisme kebhinekaan kepakaran tidak terwujud, berganti sikap ewuh pakewuh. Perbedaan pendapat menjadi alasan menepi dari kawasan yang menantang, kegagalan menjadi bola imajiner yang ditendang kian kemari sampai2 menjadi gol bunuh diri. Anehnya, semua benda berdimensi yang sudah direncanakan, diperlukan ataupun tidak, diupayakan datang tepat waktu. Candi2 dikonstruksikan tepat jadwal, pelatihan2 berlangsung dalam intensitas tinggi. Tetapi, siapa yang bisa menjamin bahwa karya2 itu akan memberikan manfaat dan terus berlanjut mensejahterakan dan mencerdaskan warga kawasan? Dan puncak eforia tiba selalu tepat di saat monitoring, juga kala peresmian hasil pembangunan kawasan. Kawasan mendadak dipenuhi manusia dan secara kasat mata, semua tampak meriah diwarnai hiruk pikuk penuh guncangan jabat tangan dan tawa. Kebhinekaan tampaknya ika, benang2 persaudaraan terlihat seolah terajut, tak ada lagi yang perduli dimana gerangan bola imajiner berada. Kiranya siapapun tidak perlu harus menanti seminggu atau setahun setelahnya, sehari saja kawasan akan mendadak sepi. Warga kawasan seperti terbangun dari tidur panjangnya, bertanya-tanya, ada kejadian apa kemarin ini? Kemana para dosen itu? MOKSA hehehe.

Kompleks Cidamar Permai Kav. 3
Cimindi, Cimahi
27 NOVEMBER 2017
SNS