Kalender
Desember 2017
MSSR KJS
     12
3456789
101112131415 16
17181920212223
24252627282930
31      
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

KONTEMPLASI FLipMAS INDONESIA

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 13-Jul-2017 | Dibaca : 452 Kali

Sudah bagus ada TRIDARMA PT untuk semua dosen, tetapi para senopati negeri lebih paham darma 1 dan 2. Darma 3 bahkan para punggawa sekalipun, tidak mengerti. Jadilah semua peraturan seolah terbit di senjakala. Tidak memberi peluang dosen untuk menginternalisasikannya atau bahkan sekadar merenungkan maknanya. Darma 3 pada hakekatnya difungsikan untuk memajukan Kesejahteraan Masyarakat dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Begitu tuntutan UU Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012. Lalu mengapa Darma 3 hanya menjadi kewajiban tertulis dan tidak diapresiasi dalam kebijakan para Senopati dan Punggawa negeri?

Tidak jelas benar bagaimana Darma 3 ini harus dikerjakan. Perorangankah, kelompokkah, satu kampuskah atau satu komunitas PT di satu wilayahkah? UU No 12 Tahun 2012 tidak menyatakannya. Kalau begitu, Darma 3 boleh dilakukan secara individu. Tetapi mengapa ada Lembaga pengelola Darma 3? Ketidakjelasan itulah yang membuat sistem promosi karir ataupun penilaian sertifikasi dosen, Darma 3 tidak punya standar kriteria yang jelas. Ada yang klim Ketua RT/RW, Bupati atau jabatan publik, blusukan ke Puskesmas, kelompok masyarakat, Konsultan perusahaan bahkan berkhotbah 15 menit di masjid adalah Darma 3. Ada juga yang klim bakti sosial sebagai Darma 3. Memang jika dibandingkan dengan Darma 1 yang sistematis berbasis kurikulum 5 tahunan, lengkapnya penjadwalan tahunan dan penugasan dosen-kelas dengan target Learning Outcome yang terukur; Darma 2 yang mengacu kepada renstra PT, jelasnya kalender tahunan dengan target terukur seperti tercantum dalam Road Map riset, maka Darma 3 terkesan memusingkan para Senopati dengan menuntut PT menyusun Renstra Darma 3 analog Renstra Riset PT. Mungkin terlupa pada beda Darma 1, 2 yang berkarakter individu PT sedangkan Renstra Darma 3 berkarakter kawasan sehingga target capaian di dalam Road Map pun harusnya berbeda. Target capaian Darma 3 adalah Nilai Indeks Pembangunan Manusia, IPM yang mengindikasikan kualitas kehidupan di suatu kawasan. Dengan demikian, Darma 3 lebih tepat jika dilakukan secara melembaga antar PT mengacu kepada kebutuhan kawasan, dengan target mengubah nilai IPM. Meningkatnya Nilai IPM mengindikasikan meningkatnya kualitas kehidupan di kawasan.

Beragamnya interpretasi tentang Darma 3, tidakkah menyadarkan para Senopati untuk menyatukan persepsi, tindakan dan level apresiasinya? FLipMAS INDONESIA dengan segala keterbatasannya tidak lagi sekadar merenung atau berkontemplasi akan makna dan pola tindakan Darma 3 akan tetapi langsung beraksi dalam wujud pembangunan kawasan berkehidupan dimana Nilai IPM menjadi target utamanya melalui sinergisme KEBHINEKAAN yang terintegrasi. Buku ini berisi tulisan-tulisan sebagai produk kontemplasi Ketua FLipMAS INDONESIA. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya dan berkehendak merenungkan makna dan tindakan Darma 3.

Bandung, 27 Juni 2017
Ketua FLipMAS INDONESIA
Sundani Nurono Soewandhi