Kalender
September 2020
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27 282930   
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

FLIpMAS : Sejarah dan Harapan

Berita Prodikmas Lainnya

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 06-Jul-2015 | Dibaca : 3464 Kali

Bermula dari kegelisahan para aktivis Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) terhadap berbagai permasalahan PPM diantaranya adalah belum bersinerginya kegiatan PPM antar Fakultas atau Program Studi di suatu Perguruan Tinggi (PT), apalagi antar PT. Kalaupun sinergisme itu teridentifikasi lebih disebabkan karena program PPM yang mensyaratkannya. Belum terpetakannya persoalan, kebutuhan atau tantangan di suatu wilayah tertentu (Desa, Kota, Kabupaten atau Propinsi), disamping itu adanya persaingan antar LPM PT di suatu wilayah dalam upaya membantu Ditlitabmas, Pemda atau Industri untuk membantu masyarakat masih terbelenggu pada jumlah proposal yang dilaksanakan dan besarnya dana yang diterima. Disadari atau tidak, lemahnya komunikasi antar tenaga pendidik suatu PT dan atar LPM PT di satu wilayah berakibat pada tumpang tindihnya kegiatan PPM sekaligus beban bagi masyarakat secara psikologis dan fisik.

Menyadari adanya beberapa faktor kronis seperti belum bersinerginya kegiatan PPM baik antar Fakultas, Prodi maupun lintas PT, belum terpetakannya problem-prolem yang ada dimasyarakat secara baik dan integral serta tumpang tindihnya kegiatan yang dilakukan oleh tenaga pendidik, maka para aktivis PPM yang menyebut dirinya sebagai Profesional Pendidik Masyarakat (PROdikMAS) di Bali di bawah naungan LPM UNUD, UNDIKSHA, UNMAS DENPASAR dan ISI DENPASAR bersepakat untuk memperbaikinya. Menegaskan keeratan relasi PROdikMAS dan LPM, meniadakan belenggu batas almamater, membangun kepercayaan dan respek akan kehadiran, kemahiran rekan-rekannya dari berbagai PT, memetakan persoalan, kebutuhan dan tantangan masyarakat di wilayah Bali serta menggerakkan sebanyak mungkin PT bahu membahu mengatasinya, menjadi cikal bakal terbentuknya Forum Layanan ipteks bagi Masyarakat (FLipMAS).

Menerapkan prinsip kewilayahan, kebhinekaan dan keikhlasan bermasyarakat, PROdikMAS di wilayah Bali bersama 4 (empat) Ketua LPM pada tanggal 15 April 2010 membentuk Forum Layanan ipteks bagi Masyarakat, FLipMAS dan diberi nama NGAYAH yang berarti bekerja dengan penuh keikhlasan. Kemudian secara berturut-turut terbentuk FLipMAS Wilayah (FW) FLipMAS HETFEN (10/10/2010) di Kupang NTT, LEGOWO (04/03/2011) di Malang, MAMMIRI (10/01/2011) di Makassar, SABILULUNGAN (01/03/2011) di Bandung dan JAGADHITA (01/03/2011) di Yogyakarta. Kemudian pada tanggal 16 Juli 2011 dalam pertemuan Nasional FLipMAS di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dibentuk FLipMAS Indonesia dengan karakter kegiatan sesuai dengan misinya, yaitu “Menyalakan Nalar Bangsa” yang sekarang berpusat di Jogjakarta. Dengan perjalanan waktu dan tuntutan terhadap pembentukan FW maka sampai sekarang sudah terbentuk 32 FW di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah FW BATOBO Wilayah Riau-Kepulauan Riau, yang mana BATOBO adalah salah satu istilah yang digunakan masyarakat Riau terutama di Kabupaten Kampar dan Kuansing yang berarti mengerjakan sesuatu pekerjaan secara bersama-sama dengan ikhlas.

Pembentukan FW BATOBO Wilayah Riau-Kepulauan Riau adalah suatu proses yang sangat cepat dan saya secara pribadi tidak percaya dengan itu…hehehehe….di tengah menjalankan Ibadah Puasa tahun 1433 H berbunyi deringan HP, setelah dicek ada pesan singkat yang masuk…pas dibuka..ternyata ada perintah “TOLONG BENTUK FLIPMAS WILAYAH RIAU-KEPULAUAN RIAU SEGERA” kata orang yang melakukan pesan singkat itu…hehehehe dan nomor itu belum terekam di HP saya yang jadul…dalam hati saya menggerumam…orang ini siapa sih kok berani-beraninya…dia memerintahkan seorang dosen seenaknya hehehehehe…kemudian pesan singkat itu saya balas dengan kata yang singkat “maaf ini siapa?”….ndak lama setelah saya mengirimkan pesan singkat, maka masuk lagi balasan dari nomor yang sama dengan bahasa yang singkat…”INI SUNDANI” katanya dalam pesan singkat itu…hehehe dalam hati saya bercampur baur…ya malu…ya jadi ndak enak…karena saya kenal nama itu, ini disebabkan oleh waktu itu saya baru selesai mengikuti Trainer of Training (TOT) PPM di Bogor yang dilaksanakan oleh Dikti yang mana beliau adalah salah satu Narasumbernya… Setelah itu saya balas pesan singkatnya hanya dengan berkata “mohon maaf prof”. Dari komunikasi saya dengan Prof Sundani terbentuklah FLipMAS Wilayah BATOBO dengan Surat Keputusan Ketua FLipMAS Indonesia Tanggal 21 September 2012.

Setelah terbentuknya FLipMAS Wilayah di 32 Propinsi, harapannya sangat besar bagaimana para pujangga yang menyebut jadi dirinya PROdikMAS ini dapat “MENYALAKAN NALAR BANGSA” sesuai dengan MISI dari FLipMAS itu sendiri…tapi untuk mewujudkan misi ini ternyata bukanlah segampang “membalikkan telapang tangan”, tapi memang perlu perjuangan dan pengorbanan, paling tidak sekarang para pujangga ini telah melihatkan sedikit taringnya..walaupunnya api menyalakan nalar bangsa ini masih kecil….tapi paling tidak api ini sudah dapat menerangi sedikit kegelapan ditengah malam yang gelap gulita….hehehe…melalui program MP3D (Mitra Pertamina Penggerak Pembangunan Desa) tahun 2013 s.d 2014 serta program Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) tahun 2015 yang disponsori oleh fungsi PKBL Pertamina, para PROdikMAS mencoba dengan prinsip “Kewilayahan, Kebhinekaan dan Keikhlasan” sedikit membuat tersenyum masyarakat diberbagai pelosok tanah air…..walaupun sebenarnya disana sini…masih ada saja kendala dan tantangan….kadang kendala dan tantangan itu datangnya dari masyarakat yang ingin menguasai uang…ada kendala dan tantangan yang datang dari para pujangga sendiri….bahkan ada kendala dan tantangan itu datangnya dari pejabat daerah setempat….sampai-sampai ada pejabat daerah yang menyampaikan harusnya dana ini melalui instansi…nanti instansi yang menyalurkannya…..ya itulah bak pepatah orang kampung saya…”kepala yang sama hitam, tapi isi kepalanya berbeda-beda”, tapi ini bukanlah menjadi hambatan bagi para PROdikMAS dalam mewujudkan misi FLipMAS…tapi ini merupakan yang harus dilalui untuk membuat masyarakat lebih tersenyum….HIDUP PROdikMAS…HIDUP FLipMAS…HIDUP PKBL PERTAMINA…mari kita berbuat dan bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan bangsa ini semampu kita….bukan orang tua yang memiliki 10 anak..ada saja anaknya yang “mbalelo”, tapi apakah orang tua harus mengusir atau meninggalkan anaknya yang “mbalelo” ini…tentu sebagai orang tua yang baik…dia harusnya membimibing dan mengajari anaknya…bukan malah manjauhkan anaknya itu….itulah tantangan…begitulah ilustrasi..banyaknya kendala dan tantangan dilapangan dalam mewujudkan nalar bangsa…harusnya Prodikmas tidak lari dari kenyataan itu…tapi …ya JAWAB SENDIRI ya…