Kalender
Mei 2018
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
202122232425 26
2728293031  
Rekening
Rekening Nomer: 0285601541
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta
a,n : YAY. FLipMAS INDONESIA
Specimen : IR. GATOT MURJITO, MSc

PERESMIAN 5 PROGRAM DI 3 KAWASAN EKONOMI MASYARAKAT DI WILAYAH SUMATERA BARAT KERJASAMA PT PERTAMINA (Persero) dan FLIPMAS MINANGKABAU

Berita Prodikmas Lainnya

Diupload oleh : Sundani Nurono Soewandhi | Tanggal : 16-Feb-2018 | Dibaca : 472 Kali

Peresmian 5 program di 3 Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) se Sumbar telah selesai dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2018 yang lalu. Membuka mata semua pihak tentang apa yang telah dilakukan dosen-dosen dari Perguruan Tinggi untuk kemajuan masyarakat, ternyata dosen bukan hanya sosok angker yang berdiri di depan mahasiswa, sosok pintar yang menentukan hidup matinya mahasiswa….he….he….katanya…, tampil berwibawa di depan seminar nasional ataupun internasional dan memperoleh penghargaan sebagai presenter terbaik, berkutat di antara tabung-tabung reaksi yang tidak pernah menolak ataupun membantah sekalipun dibanting. Semua anggapan tersebut sirna…..ternyata dosen-dosen pun bisa membumi.

Kemeriahan peresmian yang dilaksanakan secara terpusat di KEM Agrowisata Tikalak-Singkarak, dihadiri oleh Pimpinan PT Pertamina (Persero), Pemerintah Provinsi, Pemda masing-masing wilayah dimana KEM berada yaitu Pemda Solok, Solok Selatan dan Padang Pariaman beserta masing-masing muspidanya memberikan penghargaan luar biasa bagi masyarakat KEM yang selama ini merasa tidak terperhatikan. Sekarang masyarakat menjadi bintang dan tamu terhormat serta menjadi contoh keuletan masyarakat. Ditambah lagi dengan disiapkannya stand pameran masing-masing KEM yang harus mereka tata dan memamerkan produk KEM masing2 sangat membantu menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat bahwa mereka perlu diperhitungkan karena mereka mampu dan bisa.

KEM adalah program membangun kawasan ekonomi masyarakat yang membumi dan berbasis kepada pendidikan yang diberikan oleh Flipmas Minangkabau bersama PT PERTAMINA dalam membangun mental dan mendidik masyarakat dalam pembangunan kawasan berdasarkan potensi wilayah dan potensi masyarakat setempat agar masyarakat mandiri secara ekonomi, tangguh secara spiritual, meningkatkan rasa persaudaraan, kekeluargaan, gotong-royong dan berdemokrasi yang sudah mulai luntur di masyarakat kita umumnya.

Kesalahan utama kita selama ini adalah membantu masyarakat untuk melaksanakan kegiatan secara individu dengan tujuan untuk berkompetisi menjadi lebih baik dan juga meningkatkan motivasi anggota masyarakat. Hal baik dan sangat bagus tetapi ada nilai luhur budaya kita yang kita tinggalkan, sehingga kehidupan masyarakat yang kita adopsi dari luar dan kita terapkan ke kehidupan natural masyarakat akan merugikan masyarakat kita sendiri khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat dapat memanajemen suatu usaha dengan baik, bagaimana cara berorganisasi yang benar dan bagaimana menata keuangan kelompok secara berkeadilan dan proposional.

Masyarakat umum dan undangan yang melihat kondisi masyarakat saat ini tentunya tidak membayangkan seperti apa kondisi lokasi KEM yang terpampang saat ini dan bagaimana perjuangan dan kerja keras masyarakat KEM membangun wilayah tersebut secara bergotong royong tanpa mengenal istilah upah, sehingga tercipta kawasan KEM seperti yang ada sekarang. Karena menyimak kembali persyaratan wilayah yang menerima program KEM ini adalah wilayah yang memiliki masyarakat berpenghasilan di bawah rata-rata dengan jumlah lebih kurang 40 orang, memiliki lahan terlantar karena ketiadaan modal dan ketidak tahuan teknologi yang akan diberdayakan untuk kemajuan masyarakat KEM minimal seluas 5 ha. Sehingga otomatis wilayah KEM tersebut umumnya berada di lokasi yang minim fasilitas.

Berdasarkan latar belakang tsb barulah kita akan angkat topi dengan apa yang telah dibuat dan bagaimana perjuangan masyarakat KEM untuk mengubah nasib mereka, karena tidak mudah membangun seluruh fasilitas yang ada dengan kondisi akses jalan yang tidak memadai, di sela kegiatan mencari nafkah sehari-hari untuk mereka yang berpenghasilan dibawah rata-rata. Sehingga kita tidak lagi bersikap sebagai si "Tukang Tunjuk" dan si "Tukang Kritik" untuk program KEM yang baru dibangun dan dibina dalam hitungan bulan. Karena butuh waktu panjang mengubah kebiasaan masyarakat yang belum tertata menjadi masyarakat mandiri yang berjiwa enterpreneurship, bermental baja dan memiliki nilai juang yang tinggi dan tidak pasrah dengan nasib dengan dalih takdir Illahi. Karena keberhasilan harus diperjuangkan.

 

Si Bungsu KEM Lubuk Gadang Selatan – Solok Selatan

KEM Lubuk Gadang Selatan atau KEM Lugas adalah KEM termuda dari seluruh KEM yang dibangun di Sumatera Barat karena program di Solok Selatan baru kami mulai 5 bulan yang lalu, tetapi kiprah dan kemajuannya luar biasa.

Wilayah KEM yang dipenuhi semak belukar rapat diatas tinggi orang dewasa, sulitnya transportasi ke lokasi masyarakat mencari kebutuhan hidup yang diperoleh sebagai buruh tani, buruh tambang dan kerja serabutan lainnya adalah gambaran awal masyarakat. Dengan kondisi pH tanah sempurna, apapun bisa ditanam di wilayah KEM Lugas. Sebagian masyarakat berkebun kopi tetapi dengan tatacara tradisional dengan menggunakan bibit cabut dan dijual murah ke pengumpul kopi. Tidak ada yang tahu bahwa kopi di wilayah mereka terkenal ke seantero dunia…… Saat ini areal KEM telah ditanami bibit kopi arabica dan robusta bersertifikat, jahe merah, kacang, sayuran, pembibitan tanaman perkebunan seperti kulit manis, durian dsb. Sumber makanan ternak sapi yang melimpahpun sudah dapat dimanfaatkan dengan memberikan sapi yang saat ini dalam kondisi bunting…….alhamdulillah. Masyarakat sudah mulai melihat hasil dari kerja keras mereka, lahan terlantar telah tertata dengan baik dan menjadi lahan produktif.

Kesulitan mendapatkan airpun telah teratasi dengan teknik hukum Archimides….air yang berada 120 meter di bawah lokasi KEM bisa dialirkan ke lokasi KEM, demikian juga halnya dengan penerangan wilayah dilaksanakan dengan memanfaatkan energi matahari. Lega dan senang sekali…..akhirnya kami bisa mengatasi kesulitan masyarakat selama ini.

Kaum wanita ikut menopang perekonomian dengan membantu mencari nafkah di ladang, berbekal sulaman ala kadarnya untuk taplak meja menginspirasi kami untuk mengajarkan ibu-ibu menyulam yang baik dan benar dengan model dan warna yang disukai konsumen. Walaupun awalnya ibu-ibu berkata tidak akan ada yang akan membeli hasil sulaman yang kita buat ibu…. Setelah diyakinkan bahwa masyarakat untuk saat ini bukan untuk menjual di kampungnya……tapi kita akan jual ke kota yang ibu-ibunya memerlukan selendang sulam dan baju bersulam indah untuk penampilannya. Dari 10 orang penyulam pertama yang kita latih, masing-masing harus mengajari anggota lain untuk juga bisa menyulam. Hasilnya…..luar biasa. Tidak akan ada yang menyangka sulaman tersebut adalah hasil karya ibu-ibu yang selama ini bekerja kasar. Ditambah fasilitas Rumah Sulam berlantai dua yang dibuat dengan bahan ruyung yang telah diproses sebagai showroom dan bengkel produksi….. benar-benar sangat membantu meningkatkan kinerja dan kepercayaan diri masyarakat.

Pesanan sudah mulai berdatangan…..baju seragam pernikahan, baju seragam Dinas pariwisata Solok Selatan menyambut event “Solok Selatan heart of Minangkabau”, Selendang sutra untuk kumpulan istri2 dokter di Pekanbaru, Permintaan untuk mengisi toko souvenir dan butique. PT Pertamina pun memberikan ruang untuk KEM Lugas memamerkan sulamannya di Terminal 3 Soeta dan mengikuti pameran di JCC. Saat ini Kem Lugas sudah memiliki omzet 50 jt/bulan yang diperoleh dari penjualan sulaman. Satu helai sulaman dan selendang sulam dijual seharga Rp.500.000 – Rp. 5.000.000 /helai. Suatu lompatan besar yang tidak pernah dibayangkan oleh masyarakat bahkan dalam mimpi sekalipun…..

 

KEM Agroindustri Ketaping.....pemberdayaan wanita pengrajin bordir......energi terbarukan asal limbah ternak .....dan pupuk organik asal limbah ternak.

Memerlukan kesabaran "tingkat dewa" untuk mengajak dan mengajarkan masyarakat agar mendapat penghasilan lain dari masyarakat nelayan yang semakin hari semakin tidak menentu dengan memanfaatkan SDA dan menggali potensi yang dimiliki masyarakat, mengubah pemanfaatan pupuk kimia ke pupuk organik yang bisa diproduksi sendiri, mengandangkan ternak yang berkeliaran agar dikandangkan dan memperoleh hasil pupuk organik, sampai memilih warna yang diminati konsumen untuk bordiran.....Hal tersebut tidak didapat dengan tiga sampai lima kali kunjungan atau dengan berikan modul panduan cara memelihara ternak, cara membuat pupuk....... dijamin......kita baru sampai dipersimpangan maka kertas kita akan menjadi bungkus gorengan atau untuk membakar sampah.

Masyarakat perlu pendampingan agar mereka sampai pada titik mau melaksanakan dengan kemauan sendiri dan melakukan apa yang kita arahkan demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Bukan hal mudah.....tapi bisa.... asalkan kita laksanakan dengan niat tulus dan ikhlas.

Masyarakat dengan sukarela mulai mengandangkan ternaknya, karena kotoran dengan teknik sederhana dapat diolah dan memiliki nilai jual, demikian juga kotoran dengan teknik tertentu menghasilkan biogas yang mereka manfaatkan sehari-hari untuk menggantikan gas elpiji. Sedangkan limbah produksi biogas pun memiliki nilai jual yang tinggi untuk dijadikan pupuk slurry yang juga sudah dibuktikan oleh masyarakat untuk tanaman mereka. Sehingga pemanfaatan pupuk kimia yang selama ini digunakan bisa digantikan secara sukarela oleh masyarakat. Sayur2an yang dikelola oleh ibu2 pun sudah memberikan hasil secara rutin dalam menopang perekonomian keluarga.

Tanah rusak akibat penanaman sebelumnya yang menggunakan bahan kimia luar biasa banyaknya sedang dalam tahap revitalisasi. Dan untuk tahap I, bulan lalu masyarakat sudah panen perdana semangka dengan produksi baru mencapai 2 ton/ha, tapi bobot rata-rata semangka mengalami peningkatan dari biasanya 3 kg mencapai 8 kg dengan memanfaatkan slurry.

Pupuk organik fermentasi telah diproduksi rata-rata 1 ton per minggu dengan harga jual Rp.3.000,- / kg, slurry dijual dengan harga Rp.5.000 / liter, pupuk organik cair dan anti hama organik cair dijual seharga Rp.70.000,- / liter, Bordiran dalam bentuk mukena seharga Rp 150.000 – Rp.400.000,-. Dari sayuran masyarakat memetik hasil Rp 250.000,-/minggu. Semangka Rp 2.200/kg. Cukup baik untuk pemula yang belum mencapai usia 1 tahun.

 

KEM Agrowisata Tikalak.....

Membantu masyarakat memanfaatkan anugerah keindahan alam yang tiada tara dalam kemasan professional dengan tetap mempertahankan kondisi dan potensi alam.....

Siapa yang tidak kenal danau Singkarak.....tetapi dimana kita dapat berwisata dengan nyaman dan membumi..... dimana masyarakat menjadi tuan rumah dan pemilik wisata tempat mereka lahir. Wisata bukan berarti harus mengenyampingkan budaya lokal dan seluruh fasilitas harus dibeli dengan harga yang tidak terjangkau......

Masyarakat umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan bilih, walaupun bilih semakin hari semakin langka, kita tidak bisa melarang masyarakat menangkap bilih tanpa dicarikan jalan keluar mata pencaharian yang bisa menghidupi keluarga mereka. Hasil dari papaya madu sebagai produk pada pembangunan Kawasan Ekonomi Masyarakat di tahun 2015 cukup membantu disaat setahun belakangan ini kejadian naiknya sulfur sering terjadi yang pada akhirnya mempengaruhi tangkapan masyarakat. Kondisi lahan kem Tikalak seperti juga kem yang lain adalah lahan berlumpur dan dipenuhi semak belukar, hanya ada akses jalan setapak yg tidak bisa dilalui saat hujan. Bahkan ada larangan untuk anak2 bermain kemari karena kondisinya yang cukup menakutkan, sampai akhirnya wilayah ini lolos untuk menerima program KEM. Lahan berlumpur dan semak belukar sudah menjadi lahan produktif tanpa menebang pohon2 penyangga yang ada dan menjaga keasriannya sehingga KEM Tikalak berkat keindahannya di loloskan untuk menerima program KEM agrowisata.

Butuh waktu panjang untuk membuat masyarakat mau dan yakin mengelola wisata dari kekayaan alam yang dimiliki dan potensi pertanian yang masyarakat bangun. Dengan bimbingan dan pendampingan dari tim Flipmas Minangkabau yang tetap gigih dan tidak mau menyerah dengan sikap masyarakat.......pada akhirnya batu sekeras apapun kalau disirami air setetes demi setetes setiap hari tentunya akan tembus juga.

Kegembiraan bagi kami semua ketika masyarakat bisa memahami dan membangkitkan jiwa entrepreneurship mereka untuk menjual jasa wisata serta tidak tergantung 100% pada danau. Membuat pedistri wisata dengan memanfaatkan bambu yang banyak tumbuh diwilayah tersebut, memanfaatkan bahan tidak bermanfaat menjadi bernilai.

Tanggal 16 Februari 2018 yang akan datang, untuk pertamakalinya Agrowisata KEM Tikalak dibuka untuk umum sebagai suatu usaha. Dengan tiket masuk yang terjangkau dengan fasilitas wisata berupa rumah serbaguna, gazebo dari bahan ruyung berkualitas, rumah pohon, kapal titanik tikalak, berfoto dan memberi makan ternak kambing, petik buah sendiri serta spot2 foto menarik yang dimiliki kawasan agrowisata ini dan tidak dimiliki kawasan lain. Ditambah lagi fasilitas camping ground dan melayani kegiatan family gathering untuk perusahaan ataupun reuni angkatan berikut catering khas danau Singkarak seperti gulai rinuk, pensi, singgang ikan dan lain-lain yang hanya ada di Agrowisata KEM Tikalak. Untuk kepentingan dunia pendidikan KEM Tikalak juga menerima kegiatan study tour bagi siswa tentang biologi, berkebun, beternak, membuat pupuk dan anti hama organik, pengetahuan tentang bilih, dll.

Kami yakin Agrowisata KEM Tikalak mampu menjadi destinasi wisata di Kabupaten Solok khususnya dan Sumbar pada umumnya.

Flipmas Minangkabau

Kurang lengkap rasanya pembangunan KEM tanpa membicarakan Bapak/Ibu yang terlibat di pembangunan 5 program di 3 KEM Sumbar yang selesai pembangunannya tahun ini. Kerja keras masyarakat KEM tidak lepas dari peran Bapak/Ibu anggota FLipMAS Minangkabau yang meluangkan waktu, pikiran dan tenaga disela-sela kesibukan beban pekerjaan masing-masing untuk mengajar, meneliti, mengikuti konferensi, menulis buku dan jurnal, membimbing tugas akhir mahasisa S1, S2 dan S3, menguji ujian sidang sarjana dan pascasarjana, menjadi narasumber, ditambah beban Bapak/Ibu di Flipmas Minangkabau yang juga menjadi pejabat struktural di kampus masing-masing. Tetapi masih bersedia bersusah-susah dan masih meluangkan waktu untuk membantu masyarakat.

Hal tersebut masih ditambah dengan dosa2 kepada keluarga tercinta karena kunci rumah yang terbawa ke lapangan sehingga anggota keluarga tidak ada yang bisa masuk sampai kami pulang ke Padang di malam hari......maafkan akuuuu.........urusan masak apa hari ini, telpon dari rumah yang menanyakan ”kaus kaki” ditaruh dimana, baju sekolah anak ternyata kotor semua belum dicuci dan masih dilengkapi menerima keluh kesah putus cintanya mahasiswa......ha....ha....

Disamping itu peran keluarga yang mengizinkan dan memberi kepercayaan penuh kepada Bapak/Ibu FLipMAS Minangkabau untuk menjalankan tugas pengabdian sungguh luar biasa, karena sebagian besar KEM adalah wilayah miskin dan terlantar, otomatis memerlukan perjuangan ekstra untuk sampai disana, ditambah lagi dengan sulitnya mendapat sinyal. Hal tersebut masih ditambah lagi dengan menghadapi phobia dan medan berat yang harus dilalui yang menyebabkan kami hafal semua doa....Tetapi itulah hebatnya Prodikmas FLipMAS Minangkabau, tetap tersenyum manis dan bahagia serta eksis berfoto selfi sekalipun........ walaupun ada yang takut ketinggian, takut naik kapal, takut naik motor, tidak kuat mendaki, lari terbirit-birit karena bertemu ulat dan cacing....... padahal ketemu ular berbisa nggak masalah..... alergi ikan dan telur padahal didaerah tersebut yang ada hanya menu itu...... ha....ha........luar biasa…... Semangat!!!!!

Pengalaman tak terlupakan yang mempererat kekeluargaan dan kekompakan disaat harus menahan tidak makan dan minum sebelum ke Lokasi KEM karena umumnya belum ada fasilitas WC, kecuali kalau mau bersembunyi dibalik semak, siap dijemput kapan saja...... dari rencana di jemput jam 4.00 pagi di ralat jadi jam jam 2.00 pagi .....nggak masalah, hanya dengan wajah polos bilang ........kok malem kali ya buk .........sampai tidak bisa membedakan apakah itu malam, saur atau subuh….ha...ha..... ditambah bonus mendadak menjadi crosser begitu membuka mata dari tidur di Solok Selatan, kena tilang polisi karena dengan sangat yakinnya menyerahkan STNK yang ternyata adalah STNK motor padahal jelas-jelas membawa mobil......... membongkar semua tas, dompet, laci untuk mencari STNK, padahal STNK tergantung dengan manisnya di kunci mobil.... menjadi guru yang super sabar karena yang diajarkan tidak ngerti2 walaupun sudah diajari seharian ........ tetap saja tidak ngerti2 ....... saaabaaarrrr..... ha.....ha...... dan masih banyak pengalaman2 tak terlupakan yang akan menjadi kenangan kita bersama.

Terimakasih Bapak/Ibu atas pengabdian dan dedikasinya......... demi masyarakat dapat dibantu. Semoga amal ibadah Bapak/Ibu diterima oleh Allah SWT aamiin.....aamiin..... aamiin....YRA.

 

Padang, 14 Februari 2018

Ketua Flipmas Minangkabau

ellyzanurdin